jump to navigation

Program Fitness untuk Komputer Oktober 29, 2008

Posted by cahbanjar in Seputar Komputer.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Sama seperti manusia, supaya awet muda, komputer juga perlu perawatan kalau perlu malah ikut fitness. Bbrp tips merawat komputer agar performanya selalu prima dan panjang umur.

Bersihkan komputer secara berkala
Pameo “Bersih pangkal sehat” juga berlaku buat komputer. Musuh besar komputer tentu saja bukan sampah atau lumpur (kecuali komputernya diajak off-road) melainkan debu. Partikel debu yg ukurannya micron itu bisa menghambat kerja komputer.

Pertama, debu2 tsb bisa menyelinap di antara slot2 komponen dan menyebabkan short circuit, apalagi kalau lembab sehingga tumpulam debu tadi jadi “basah”. Secara berkala lepas semua komponen (VGA, memory dan add-on cards lainnya) dari motherboard dan bersihkan slot/soket2 nya dgn vacuum cleaner mini. Tentu saja komputer dlm keadaan mati dan semua kabel PLN dicabut. Hati2 saat melepas komponen2 tsb, lihat apakah ada pengaitnya yg hrs dilepas dulu. Untuk PCI-Express VGA dan RAM biasanya ada pengait. Kemudian ambil karet penghapus (yg putih itu) lalu gosok kaki2 RAM dan VGA pelan2 & merata terus bersihkan sisa2 karet jgn ada yg menempel. Pasang lagi dgn benar. Jgn bersihkan pakai cairan, cukup karet penghapus tadi saja.

Semua kipas2 casing dan pendingin prosesor (dan VGA kalau ada) juga hrs dibebaskan dari debu supaya berfungsi optimal. Kalau bisa (mestinya bisa tapi hrs pakai trik sedikit) copot kipasnya dan bersihkan di luar casing.

Ada cara yg lbh mudah yaitu panggil tukang komputer suruh service dan bersihkan. Kasih duit paling 25 – 50 rb perak, beres. Daripada konektor komponen pada bengkok krn salah copot/pasang.

Jangan tunggu sampai rusak baru panggil tukang, kecuali deposito sdh numpuk bingung mau dibuat apa. Mendingan repot atau buang duit 50 rb per 3 bln ketimbang beli komputer/komponen baru tiap tahun kan?

Rapikan susunan kabel2 di dalam casing
Apa hubungannya kabel rapi dgn performa komputer? Hubungannya harmonis banget alias sangat mesra. Kabel2 yg tertata rapi dan tdk centang perenang dlm casing akan membuat aliran udara (air-flow) jadi mulus. Kecuali menggunakan pendingin air atau dry ice, pendinginan komponen2 komputer mengandalkan udara. Intinya udara luar (yg lbh dingin) hrs gampang masuk dan udara panas dari dalam casing hrs lancar dibuang keluar. Jgn kuatir komputer masuk angin. Kita justru hrs kuatir kalau komputer demam alias overheated. Panas berlebihan akan menyebabkan system tdk stabil dan dlm jangka lama akan memperpendek umur pakai komponen.

Rapikan kabel dgn cable ties (plastik yg ada kaitannya terus ditarik sampai kencang). “Sembunyikan” kabel2 sisa (pasti ada kabel yg tdk terpakai kecuali kita pakai PSU yg modular) di bagian atas dekat PSU atau tempat lain yg tdk menghalangi air-flow

Pantau terus suhu tubuh dan kondisi komponen komputer
Biasakan memantau kondisi komponen komputer secara rutin. Ada bbrp aplikasi yg bisa dipakai unt memantau suhu dan kondisi komponen komputer. Bbrp motherboard sdh menyertakan aplikasi semacam ini dlm CD drivernya. Kita juga bisa menggunakan aplikasi lain seperti SpeedFan, Everest. CoreTemp dsb. Tanya saja kpd Paman Google dimana bisa mengunduh aplikasi2 tadi. Cari saja versi gratisnya.

Ibarat orang naik mobil hrs selalu memantau angka2 dan jarum2 di panel dashboard supaya tahu mesin overheated atau tidak, olie masih cukup atau tidak, accu masih bagus atau tidak. Demikian pula analoginya di komputer. Hanya ada 3 langkah mudah kok. Yg pertama, pantau. Yg kedua, pantau. Dan yg ketiga, pantau.

MENS SANA IN CORPORE SANO
Dlm badan yg sehat terdapat jiwa yg sehat. Selain badan (hardware), komputer juga punya jiwa alias software. Kesehatan jiwa pun hrs selalu dijaga supaya komputer tdk gampang linglung. Terlalu sering linglung, lama2 komputer bisa sakit jiwa. Masih untung, tdk sperti manusia, kalau sakit jiwa komputer tdk perlu ke psikiater, cukup ambil CD installer Windows lalu install ulang. Tapi kalau sebulan sekali re-install Windows, lama2 pemiliknya yg ke psikiater krn stress. Maka dari itu, perlu juga diperhatikan kesehatan jiwa bin operating system dari komputer.

Menghidupkan dan mematikan komputer
Menghidupkan dan terutama mematikan komputer ada prosedur bakunya. Untuk menghidupkan, pastikan semua peripheral utama (monitor, keyboard dan mouse sdh terhubung dgn baik ke komputer). Baru setelah itu hidupkan stabilizer atau UPS (kalau ada) diikuti dgn menghidupkan tombol power di casing. Biarkan sejenak sampai muncul Welcome Screen Windows dan pilih user yg sesuai (plus masukkan password kalau ada). Kalau hanya ada single user biasanya Windows langsung melanjutkan prosesnya sendiri sampai muncul desktop. Tunggu sampai proses loading desktop selesai (cursor ready) baru mulai buka aplikasi yg diinginkan.

Saat mematikan komputer, pastikan semua aplikasi sdh tertutup dan semua file sudah disimpan (save). Barulah matikan komputer dgn klik tombol Start lalu pilih Shutdown. Tunggu sampai muncul tulisan “It’s now safe to shutdown you computer” (bagi yg masih menggunakan Pentium lama) atau CPU mati dgn sendirinya. Setelah layar monitor kosong dan CPU mati, matikan monitor dan stabilizer/UPS.

Sangat tdk dianjurkan mematikan komputer langsung dgn mememcet tombol power di CPU atau stabilizer/UPS. System akan kacau saat dihidupkan lagi dan mungkin file2 yg masih terbuka akan corrupted. Disamping itu usia Harddisk akan lbh pendek.

Menata file di hard disk
Semua file, baik file aplikasi, file data dan file operating system tersimpan dalam harddisk. Bisa dibayangkan berapa puluh ribu file yg ada disana. Kalau system penyimpanannya acak2an maka dibutuhkan waktu yg lbh lama unt mencarinya kembali saat dibutuhkan oleh system. Istilahnya fragmented (ter-pecah).

Spt kita ketahui, secara otomatis system akan menuliskan file ke dlm harddisk ke ruang yg kosong secara tdk berurutan. Ibarat anak sekolah cuma bawa buku tulis 1 doang. Semua pelajaran dia catat disitu. Setelah pelajaran Ilmu Bumi dia mencatat pelajaran Prakarya dihalaman yg sama tepat di baris pertama yg masih kosong. Pelajaran lain juga begitu. Besoknya Ilmu Bumi lagi dia catat di halaman lain tepat dibaris pertama yg kosong setelah PR Matematika. Memang semua data tercatat tdk ada yg terlewat, tapi saat mau belajar bisa dibayangkan Ilmu Bumi betapa repotnya dia. Musti membolak-balik halaman bukunya.

Cara komputer menyimpan file di harddisk juga mirip seperti itu. Masih beruntung komputer punya catatan pada halaman berapa dan baris keberapa file tersebut disimpan, jadi kalau mau membaca lagi bisa lbh cepat. Tapi kalau yg disimpan puluhan ribu file pasti butuh waktu juga unt melacak letak file tsb. Ini akan menghambat kerja komputer secara keseluruhan. Unt mencegah terjadinya kondisi spt ini maka secara berkala letak file di harddisk hrs kita rapikan.

Siungguh beruntung Bill Gates sdh menyertakan satu aplikasi khusus (bahkan unt yg pakai Windows Cap Pak Tani) unt menata ulang penyimpanan file supaya tdk fragmented, nama aplikasinya adalah Disk Defragmenter. Kita tinggal jalankan aplikasi tsb dan dia yg akan mengerjakan semuanya. Caranya: Klik Start > Accesories > System Tools > Disk Defragmenter.

Sebelum melakukan defrag (proses defragmentasi), ada baiknya klik dulu tombol “Analyze”. Tunggu sejenak maka akan muncul pesan apakah harddisk perlu di defrag atau tidak. Apabila persentase file yg fragmented relatif kecil, maka Windows akan memberitahu bahwa kita tdk perlu defrag krn relatif tdk mem[engaruhi kinerja system. Tapi kalau sangat fragmented maka Windows akan menyarankan unt melakukan defrag. Kita tinggal klik tombol yg sesuai.

Catatan:
• Proses defrag memakan waktu cukup lama, bisa sampai bbrp jam tergantung berapa banyak file yg fragmented dan besarnya harddisk kita. Selama proses defrag jgn mematikan komputer dan jgn menjalankan program lainnya. Apabila komputer dimatikan (atau listrik padam krn PLN kekurangan batubara) maka ada kemungkinan system akan crash atau file tertentu akan rusak. Lbh bijaksana apabila saat defrag kita menggunakan UPS supaya kalau aliran listrik bermasalah kita msh punya kesempatan menghentikan proses defrag secara wajar.
• Lakukan defrag secara berkala 2-3 bulan sekali atau apabila kita merasa bahwa komputer kita kinerjanya mulai melambat. Selain menggunakan Disk Defragmenter bawaan Windows, kita juga bisa menggunakan aplikasi lain. Silahkan SMS ke Paman Google untuk mendapatkan aplikasi tsb secara gratis. Kadang menggunakan aplikasi lain spt Auslogics Disk Defrag bisa lbh cepat ketimbang aplikasi dari Mikocok. Hasilnya sama2 maknyus, jgn kuatir.
Bersihkan sampah2 di operating system
Ternyata bukan cuma masyarakat kita yg suka buang sampah sembarangan, Windows dan bbrp aplikasi juga gemar nyampah. Sampah ini terjadi kalau kita sering install dan uninstall program aplikasi atau drivers. Akibatnya krn penuh sampah yg tak terpakai, kerja Windows jadi lambat dan bahkan kadang2 suka nabrak (crash). Biasanya sampah2 ini suka tersembunyi di sebuah file yg namanya registry. Registry sebetulnya adalah kumpulan perintah2 dan aturan2 yg hrs ditaati oleh Windows. Tapi krn banyak perintah yg tdk diperlukan, dan bahkan saling bertentangan, maka motto kerja Windows yg seharusnya “Bersama Kita Bisa” berubah menjadi “Bersama Kita Bingung”.

Untuk itu secara berkala kita perlu mengerahkan cleaning service untuk membuang sampah yg sdh tdk terpakai. Sayangnya Bill Gates “lupa” menyertakan tukang sapu registry dlm system Windowsnya. Terpaksa kita hrs “out-sourcing” sewa tukang sampah dari luar. Seperti sudah sewajarnya kalau kita bingung, kita pakai jasa Paman Google, minta saja dia carikan “registry cleaner” kalau mau hemat tambahkan kata “free”. Dari sekian banyak aplikasi gratisan yg disajikan baca2 dulu reviewnya, baru pilih satu yg dirasa paling mantap. Mau pilih yg mana, itu hak konstitusi setiap warga negara. Ini bukan kampanye, tapi aku nyoblos Crap Cleaner (CCleaner). Kenapa? Ya krn program kerjanya cocok di hatiku.

Optimalisasi Windows
Supaya kinerja system lbh joss, kadang kita hrs melakukan optimalisasi system. Secara manual ini bisa dilakukan lewat merubah bbrp nilai parameter di registry dan konfigurasi Windows. Tapi unt melakukan ini, kita hrs sedikit banyak paham soal system operasi. Susahnya lbh sedikit yg paham. Apa ada yg instan Rasa Kari Mangan? Siapa yg bisa menyajikannya? Ya betul … Paman Google!. Kasih dia pesan suruh ambil “system optimizer” kalau perlu pakai “free”. Jgn kaget kalau Si Paman datang bawa puluhan ribu data. Nah tinggal kita cari mana yg menurut kita paling joss. Bukan kampanye lagi, aku nyoblos ZNSoft XP lho. Bahasanya campur2 antara Inggris, Jerman dan ada Jepangnya sedikit. Yah gimana lagi, aku seleranya yg blasteran sih

Nah kalau defrag, bersih2 registry dan optimalisasi system sdh kita lakukan secara berkala, bilamana dipandang perlu, pasang sabuk pengaman dan jangan kaget kalau komputer kita yg biasanya lemot tiba² kinerjanya jadi ngacir kayak unta yg terpedonya digosok balsam
Sumber : http://forum.kompas.com/computer-corner

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: