jump to navigation

Membangun Persepsi Positip Terhadap Setiap Musibah Agustus 22, 2008

Posted by cahbanjar in Renungan Hati.
Tags: , , , , , , ,
trackback

1. Musibah Dipersepsikan Sebagai Ujian dari Allah
Musibah apapun bentuknya, baik kesulitan, hambatan hidup yang berat, penyakit apapun yang merepotkan, kehilangan apapun yang sangat dicintai ( keluarga, harta, jabatan dsb ), manusia siapapun akan mendapat jatah ujian hidup, orang beriman ataupun tidak beriman.
Dalam menghadapi kenyataan hidup sejelek sekalipun mesti kita upayakan diterima dengan tabah, sabar, serta ikhlas mengahadapinya, menjalaninya karena semua yang terjadi pada diri kita adalah sudah digariskan oleh Allah, dengan cara demikian harapan kita dapat lulus menghadapinya, sehingga kita digolongkan orang yang imannya kuat dan benar dan tentu tiket surga yang akan diberikan oleh Allah.

2. Musibah Dipersepsikan Sebagai Hukuman Akibat Perilaku Kita Sendiri
Terlalu banyak oarang orang yang mendapat hukuman, sebenarnya akibat ulah tangannya sendiri, Cuma kebanyakan seseorang tidak menyadari sepenuhnya bahwa penderitaan yang menimpa itu karena kejahatannya sendiri
Dalam kenyataan hidup banyak orang mendapat hukuman sebagai balasan tapi tidak disadari
Seperti :
Banyak orang kena Psikosomatik: Hipertensi dan stroke , diabetes, sakit jantung, hepatetis, maag akibat seseorang membiarkan diri mengumbar selera makan, menjadi pemarah,
dan pikiran dan perasaan dibiarkan ngoyoworo tidak disesuaikan dengan potensi yang dimilikinya. Banyak pejabat masuk penjara akibat ulahnya sendiri, banyak para pensiunan menjadi post power syndrome
Maka untuk menciptakan ketenangan hidup, kita harus mengambil langkah :
1. Berlaku tabah, sabar, ikhlas menghadapi setiap kesulitan hidup, penderitaan hidup, karena semua itu merupakan ujian dari Allah.
2. Selalu merenung diri atas segala kejahatan yang telah kita perbuat sebelumnya. Dan menyadarinya sebagai keselahannya dan segera banyak minta ampun, bertaubat dan melakukan perbaikan perbaikan mumpung masih diberi kempatan hidup, ingat kehidupan dimasa datang dan diakherat nanti.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: